Rabu, 27 April 2011

chasing love

Helloowh :3
Well, gua lagi bosan. trus gua kepikiran buat cerbung, trus gua mau buat, trus gua jatoh dah #eh . okeabaikan.

*

"HAAA?? MIAPAA? KOK LO BARU BILANG SEKARANG SIH ELAH!!" ucap shilla menggamuk dengan telfon genggamnya
"YE, NYANTE MBAK. MANA GUA TAU, LO KAN LAGI TES TERTULIS. NTAR GANGGU. GINI-GINI GUA ADIK YANG BAIK KALI" jawab salah seorang anak lakilaki
"sekarang lo dimana? ahelah. gua telfon pak tarno kagak diangkat. gua pecat juga baru tau dah" ancam shilla
"eh buseett dah lo kak, ntar dia mau ngasih makan apa ke anak bininye? elo kgak pikirin prasaan orang lain dah" balas laki-laki itu
"kok kesini? jadi dimana skrang? rumah sakit mana?" tanya shilla cemas
"rumah sakit mahkota, buruan dah. gua lagi otw ke skolah lo. gua jemput dah, tunggu disana. jangan kelayapan lo. inget tunggu disana. okay bye... "click laki-laki itu mematikan hpnya.

"gak asik banget dah ni anak. aduh,gmana ni. aa, 2 hari lg Mos lagi, ahelah. minta bantuan siapa dah gua" batin shilla gelisah.
"woy, buruan masuk loo" ucap laki laki itu. Deva. Adik Shilla
"tancappp manggg" ucap deva ke sopirnya.

**

shilla dan deva pun berlari keluar. mencari kamar nomor 1313.
"Nah, itu toh.sembunyi lo yaa, pantes kami susah nyari lo" kata deva bicara sendiri. shilla hanya menatap sinis
"sejak kpan gua punya adek gila kyk lo, ngmong sama tembok idiih. masuk dah buruan"  kata shilla

Mereka pun masuk ke kamar pasien. Kakaknya terbaring lemah tak berdaya. pucat, bibir putih,tapi tetap terlihat tampan. Ya. kakaknya memang tampan, baik, dan tentu bijaksana *cielaahh*
"Hey adik-adik tersayangku. kangen ya sama orang ganteng?" jawab pemuda itu
"udah sekarat masih juga lo narsis" jawab deva
"narsis itu udh mendarah daging gua dep, hahaa. gmana tes lo?" tanya pemuda itu keshilla
"elah, kecil itu maa" ucap shilla dengan menyentikan jarinya
"idih, kgak lulus mampus lo." ucap kakaknya
"eh, lo knpa kok bisa kyk gini daah? lo dikejar hantu? atau apa?" tanya shilla
"gua lagi jalan ditangga, trus gua ga sengaja di dorong salah satu fans gua. Si dea, dia narik tangan gua, eh gua malah jatuh dari tangga. trus kepala gua kebentur. ya gitu dah" jawabnya
"sadis amat dah fans lo. mati aja gua kalau msuk situ. ntar gua malah mati lagi abis gua terlalu ganteng" ucap deva
"mirip dorce aja bangga. eh pas mos lo masih bisa masukkan? mampus aja gua klu ga ada lo kyk orang songong"
"ya udah sembuh la, tenang aja. anaknya baik-baik kok disana."

2 jam mereka berbincang... Akhirnya kakaknya diizinkan untuk pulang. untung saja Pak Tarno(sopir) nya sudah slesai dengan tugasnya. Jadi dia bisa mengantarkan mreka kmbali ke rumah

*

2 hari kemudian...


"woy shill, bangun. sampai kapan lo mau mimpiin pangeran sepatu lo itu?" panggil kakaknya
"iya bentar, ga usah bawa-bawa pangeran sepatu gua napa sih. rusuh amat lo jadi orang" jawabnya dan segera turun keruang makan.

Hanya ada bertiga. Shilla, Deva, dan Kakaknya. ya memang keluarganya terlalu sibuk. orang tuanya plg kerumah 1 bulang sekali, krna kesibukan org tuanya yang tinggal di belanda. Orang tuanya memiliki banyak perusahaan di JKT dan diluar negri. dan sebab itu rumahnya terdpat banyak pembantu. Dan kini kakaknya lah yang bertugas menjaga adiknya. Gabriel. Tinggi semampai, kurus, pintar, dan tampan.

"asik dong lo kak, bakal satu skolah sama kak iel, kgak susah-susah ngantar lo dah" ucap deva. Shilla hanya diam, dia asik mengolesi selai coklat ke roti tawarnya.
"eh, btw. metyaaa kakshilla. udah jadi anak SMA ciyeee." ucap deva
"bangga gitu?" balasnya
"pastilah, bntr lagi kan dapat...." kata-kata deva trpotong dgn kata-kata iel.
"dpat apa? cowok maksud lo?"tanya gabriel
"ya bukanlah, dapet KTP maksud gua" jawab deva sambil tertawa kecil.
"gubrackkk dahh loo" shilla-gabriel barengan.

**

Setelah menggantar deva. mereka menuju SMA 21 Jakarta. kak gabriel melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah. menghidupkan lagu galau. Ya, kak gabriel terlihat galau pagi ini. karna.... baru saja putus dengan pacarnya. Zahra. zahra pindah ke australia untuk sementara. Memutuskan gabriel dengan tiba-tiba, tntu saja gabriel shock.!

Gabriel memarkirkan mobil jaguar berwarna hitam mengkilap itu. para murid dominan wanita memandang ke mobil itu. Ia pasti tau, itu mobil gabriel. Pangeran sekolah. memang iya, gabriel pemuda paling tampan disekolah itu. Shilla pun turun, kakaknya langsung menarik tangan shilla dan mengajaknya ke kantin.

"ngapain dah lo bawa gua kesini?" tanya shilla
"tunggu bentar dah, ntar siswa baru di kumpulin di lapangan. ntar dengerin pengarahan bentar, trus baru ada games gitu" jawab iel
"ooh" shilla pun melihat sekeliling kantin. terlihat mewah, yaiyalah. papanya yang mempunyai sekolah ini. jadi tentu saja dia tidak gelisah jika menemui musuhnya, ia pasti akan di keluarin.

"eh, tu udah rame. buruan sana gih" kata kakaknya. shilla menangguk dan segera pergi

**

Para siswa yang anak di MOS dikumpulkan di lapangan. mereka disuruh mencari kelompoknya masing-masing. Masing-masing 4 orang. Shilla yang tak kenal siapa-siapa di sini, dia hanya diam. menunggu seseorang yang menggajaknya untuk bersklompok dengannya.
"hay, nama lo siapa?" kata seseorang gadis berlesung pipit
"gua shilla, lo?" balas shilla
"sivia, emm. udah punya kelompok belum? gua ga kenal siapa-siapa disini. gak papakan kita sklompok?"
"oh iya, boleh deh, gua juga ga knal siapa siapa disini"
"okedeh, mm. kita cari 2 orang lagi ya" shilla hanya mengganguk
"eh permisi" jawab gadis berdagu panjang itu
"iya" jawab shivia(shilla-sivia)
"boleh gabung gak? hehehe" jawab gadis itu
"boleh kok, nama lo siapa?"jawab shilla
"gua ify. kalian?"
"sivia
"shilla"
"mm. oke. tinggal satu org lagi. eh, temen gua boleh masuk ga?" tanya ify
"boleh kok" balas sivia. ify memanggil temannya. "ze, sini" dia mengajak zevana untuk ikut dengannya.
"hay, kenapa?" ucap zevana
"sama kami aja" balas ify
"boleh deh, tpi kenalan dulu dah. gua kan kgak kenal.  gak kenal gak cinta loo, hehe" canda zevana
"haha, lucu loh. gua sivia"
"gua shilla
"gua ify"
"gua juga udah tau kli lo ify, hahaa. yaudah kita ksana aja yok. markas kita disitu aja. mumpung belum ada yang tmpatiin" jawab zevana
"yaudah deh yok" shivy(shilla sivia ify)

Mereka pun duduk ditanah lapang itu. untung saja tidak becek. seorang laki-laki yang agak tua dari memberi aba-aba.

"ehem.. perhatian. hadap kedepan okay" jawab lelaki itu dengan memberi senyummannya
"ee buset siapa tu?ganteng banget"kata sivia


Segitu dulu ya. ntar dilanjutin lagu:) follow me yaa @ameliarhnifzn & add Amelia Arhani :) thankissssss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar