"iya, gua yang teriak tadi. please deh kak, gak usah ungkit" itu. malu tau gua" jawab ify kesal
"iyadeh neng, nyante kali neng" jawab cakka. cakka memandang ify dengan tatapan lain. 'gua kerjain ni anak' batin cakka
"eh, jadi minta tanda tangan kgak? kgak? oke" jawab cakka dan kmbali mainin bb nya
"iyadeh iya, buruan dah. pake syarat pasti kan? elo mau nyuruh gua sama kayak zeva tadi?" ketus ify
"santai dong lo, kgak mau dah gua ngasih tanda tangan" jawab cakka sambil pergi meninggalkannya. ify menahan lengan cakka. cakka masih terdiam.
"kak, minta dong. gitu aja marah, ga asik aah" ledek ify. cakka memandang sinis ke ify.
"lo udah ngerusak mood gua tadi pagi pas teriak-teriak, sekarang lo malah nambah lagi. adek kelas aja belagu lo. klu lo ngebet bgt minta tanda tangan gua. balikin mood gua, ngerti lo." ucap cakka yang lalu pergi meninggalkan ify
"ye elah, tu orang sok banget sih. kyak bebek juga bangga amat. gua musti gimana yaa. aduuh, mampus dah klu kurang satu. Aha.. gua dapet idee.." ucap ify
**
sivia masih ragu. nama teratas Gabriel Stevent Damanik. kalau dilihat cukup cuek. mungkin ia minta tanda tangannya yang terakhir aja.
Ia pun bergegas mencari kak agni, kak siti, kak dayat, dan obiet. untung saja kak agni sdang bermain basket di dekat lapangan. jadi dia ga prlu keliling sekolah lagi.
"permisi kak" ucap sivia menghentikan permainan agni
"apaan lo? kgak tau apa gua lagi main" ucap agni yang trus melempar bola, keringatnya tampak bercucuran diwajahnya.
"maaf kak, aku cuma mau minta tanda tangan" jawab sivia lembut
"tunggu disana, bntar lagi selesai" jawabnya enteng. sivia hanya mengganguk, dan duduk di ujung lapangan.
sudah 10 menit ia menunggu kak agni selesai main. ia masih juga berpacaran dengan bola basketnya itu. tidakkah dia lapar? atau capek? sedangkan peluhnya sudah mencucuri wajahnya itu. Oh tidak, sekarang permasalahannya adalah tanda tangan, niat apa enggak agni memberinya. kalau sempat ia diberi syarat. pasti butuh waktu yang lama juga untuk menuntaskannya.
Tiba-tiba, sosok pemuda tinggi menyapa sivia dari belakang. "Permisi" panggilnya. sivia membalikan badan dan, . . . kak GABRIEL? sivia hanya tersenyum. lalu gabriel duduk disampingnya.
"gak ada kegiatan ya? atau udh selesai nyarinya?" tanya gabriel
"emm, aku.. . . nunggu kak agni. katanya bentar lagi," jawab sivia
"udah brpa lama nunggu?"tanya iel
"10 menitan kak" ucap sivia. iel bergegas memanggil agni. "ni. . . . ." ucapnya
"apaan dah iel? nganggu gua dah lo" jawab agni.
"dia minta tanda tangan, lo kasih dulu kek. baru sambung nanti mainnya" ucap iel. sivia masih terpesona melihat sifat kak gabriel sperti itu. jauh beda seperti yang dikatakan shilla.
"iya deh iya, bawel amat lo." jawab agni yang langsung memberi tanda tangan.
"ga pake syarat kak?" tanya nya heran
"lo mau dikasih syarat? lo naik ke ring basket itu. mau lo?" jawabnya ketus. sivia hanya menggeleng. smentara agni kembali berpcaran dengan bola basketnya.
"udah biarin aja, dia itu agak gila. hahaha" jwb gabriel
"haha, emg knpa kak?" tanya sivia
"dia kmaren diputusin, makanya kyk gitu" jawab gabriel
"dptusin? knpa emg?" tanya sivia lagi
"biasa, cowo nya ngambek dia pcaran mulu"
"selingkuh? masa?"
"ya kagak lah"
"so?"
"main sama bola basket mulu, mlah cowoknya bocorin bola basketnya agni. trus agni marah gara-gara itu bola basket kesayangan. dan akhirnya. . . cowoknya dapet tonjokan dah dari agni" kata gabriel
"buseet dah kak agni, tomboy amat"
"makanya lo hati-hati klu ada dia, dia itu danger!"
"ookedeh kak, btw aku pergi dulu ya mau minta tanda tangan"
"oh okee,,"
sivia pun pergi meninggalkan gabriel. "aiihh, knapa gua pergi? sharusnya gua minta aja dulu tanda-tangan kak gabriel, tap"batinnya. ia membalikan badan, dan . . . kak gabriel udh pergi "kan, elah prgi tu org. ya udah deh nanti aja" jawabnya
stelah minta tanda tangan ke kak siti, kak dayat, dan obiet. ia segera menuju ke kak gabriel. syarat dari kak siti tidak terlalu sulit, hanya membantunya membuat twitter, sungguh mudah bukan, sedangkan kak dayat membantunya membereskan baju anak basket. dan obiet. memintanya untuk menyanyi. tentu saja sivia menerima dengan senang hati, suara nyaa yg begitu bagus membuat obiet tercengang dengan suaranya.
Baiklah, sekarang gabriel. sivia berjalan, ia melihat sekelilingnya. ify, sdang makan dikantin. zevana, sperti orang ngefly. masih saja memandangi hpnya. dan shilla. yang masih trus berkeliling. gabriel sedang menggunyah roti coklatnya diujung taman. sivia segera menemuinya
"permisi lagi kak, hehehe" ucapnya sambil tersenyum manis. gabriel membalasnya
"ya, mau ngapain? ikutan makan?" jawabnya
"enggak, cuma minta tanda tangan"
"ooh, ada syaratnya niii". syarat? ampunilah gabriel stevent damanik ya tuhan yang telah memberikan saya syarat' ucapnya dalam hati
"syarat? apaan kak? jangan susah-susah amet ya. hehehe"
"ga susah kok, cuma. . . emm cium gua"
"whaattt? ciumlu?"
"ye kgak lah, haha. ekspresi lo kyk lady gaga ketabrak. lawak tau gak"
"iyadeh iya, so? apaan ni syaratnya?"
"ini lo mainin ni" gabriel memberikan bola kaki padanya. 'buat apa? disuruh main bola? jlas skali gua ga bisa apa-apa kalau main bola' batinnya
"lo nyuruh gua main ni bola?" tanya nya
"ya kgak lah, lo lempar ni ke kepala guru"
"buset dah lo, kalau mau bunuh kgak usah masukkin gua kali."
"hahaha, ya main lah, masak lo makan tu bola"
"gua ga bisa"
"mana gua tau"
"jahat amat dah"
"dari pada gak gua kasih ni"
"iya deh iya"
sivia pun menendang bola seadanya. ada yang nyosor keparit, sehingga membuat sivia harus mengotori tangannya yang mulus itu
**
shilla berjalan mengintari koridor sekolah. sasaran pertamanya yaitu Alvin! pangeran kodok zevana. dia mencari cari kemana mana. ternyata dia sedang berkumpul dengan temannya dikantin. shilla berjalan menuju alvin dengan santai, tidak ada rasa cemas sedikit pun.
"kak, boleh minta tanda tangan" tanya nya. alvin masih sibuk membaca komiknya.
"kak. . . . . ." panggil shilla lagi. alvin masih belum sadar bahwa shilla ada di depannya. shilla muak melihatnya
"woy pangeran kodok zevana." ucap shilla, dia sendiri shock kenapa mengucapkan itu. dan membawa nama temannya
"eh, apa? zevana apaan?" tanya nya
"egh. . . kgak kok kak" jawab shilla cemas
"tadi apaan sih?" tanya alvin
"enggak kok, jadi gak ni?"tanya shilla. alvin berniat tidak memberi gadis ini tantangan. dia hanya menanyakan beberapa hal tentang zevana. alvin pun mengambil amplop dan segera memberi tanda tangannya.
"nih. . . " kata alvin
"ga dikasih syarat? asiikk deh." jawab shilla.
"gua nanya boleh?" tanya alvin
"apaan?"
"zevana itu orangnya gimana?" shilla terkejut mendengarnya. zevana? alvin suka dengan zevana? shilla merasa ada perasaan cemburu di hatinya. ia menyukai alvin? tidak juga. hanya saja mengangguminya. tidak ada perasaan suka ataupun cinta.
"anaknya baik, bawel, lucu, ya gitu deh. soalnya belum kenal terlalu lama. emang kenapa? kakak suka?" tanya nya
"enggak kok"
"kalau iya bilang aja kak, biar aku bantu" shilla segera menutup mulutnya. tidak mungkin dia membantu alvin. mungkin akan timbul perasaan sakit bila ia membantunya
"enggak deh, gua gak suka sama dia. lagian, gua susah suka sama orang. ga bisa ngebuka hati dulu. tunggu kenal lama" jawab alvin cuek. alvin memang dingin orangnya. terlihat cuek. Shilla cukup senang mendengar bahwa alvin tidak ingin dicomblaning. shilla pun brtrima kasih kpada kak alvin dan mencari kakak kelasnya yang lain.
kak kiki dan kak nova tlah berhasil ia dapatkan. kini hanya kak angel dan kak rio. lebih baik kak angel duluan. namun shilla masih cemas. karna zevana diberi syarat yang cukup susah oleh kak angel. joget chaiya chaiya di depan umum? ooh . . . tidak. itu bisa menurunkan reputasi shilla.
ia mencari kak angel. seperti biasa, kak angel masih sibuk mengutak atik bbnya. shilla menghampiri dan tersenyum padanya. "permisi kak angel." kata shilla
"iya," jawab angel. cukup baik anaknya'batin shilla
"boleh minta tanda tangan?" tanya nya. 'nih anak kyknya udah prcaya kalau gua beneran baik. haha, abis dah lo syarat yang ini susah amat' batinnya.
"ada syaratnya, enggak susah kok" jawab angel. shilla menelan ludah. Jangan-jangan ia disuruh joget inul? atau yang lainnya.
"apa kak?" tanya shilla sedikit cemas
"lo liat ga tu cowo disebrang sana. lo kesana terus cium jidat dia" ucap angel yg lalu tersenyum padanya.
HA? cium? kakak kelas yang diujung sana? ia pernah melihatnya tadi, tapi lupa siapa namanya. jika shilla menciumnya, apa kata orang nanti. terutama kak gabriel. pasti dia ngomel mulu. shilla benar-benar cemas. kenapa dia harus dapat syarat yang susah dari pada zevana. lagi lagi zevana. nama zevana yang terus menganggu pikiran shilla.
"kak, ga bisa ganti syarat atau apa gitu?" tanya nya lembut
"sayang, kalau kamu gak mau. kakak ga bakal kasih. sbaiknya kamu kesana trus cium jidatnya ya sayang" jawab kak angel dengan lembut. "kampret dah lo, kalau gua kakak kelas lo. gua suruh lo nyium tukang kuli ntar"batin shilla
Shilla berjalan menuju seorang cowok yang asik dengan earphone nya , ia seperti membawa beban berat yang tak pernah henti mendatanginya. dia hanya tunduk dan berjalan ke cowok itu.
Kini, ia berada di depan cowok itu. wajah cowo itu tidak asing lagi baginya, namun . . namanya. ntah siapa. cowok itu memandangi shilla, mengerti apa yang akan dilakukannya. pasti minta tanda tangan.
"ngapain lo?" tanya cowo itu yg heran melihat shilla dengan wajah kusut.
"em, jadi gini. eghhh" shilla masih terbata-bata mengucapnya
"apaan?" tanya cowok itu lagi
"gua tadi minta tanda tangan ke kak angel," jawabnya
"trus? hubungan ke gua apa?" tanya nya
"dia ngasih syarat kalau gua harus nyium jidat lo kak" jawab shilla menyesal. cowo itu masih diam. terpaku mendengarnya. bayangkan saja, gadis yang tidak ia kenal ini ingin menciumnya demi sebuah tanda tangan.
" lo gak mau kan nyium gua?" tanya cowok itu. shilla mengeleng
"trus lo ga dapet tanda tangannya entar."
"jadi gimana?" tanya shilla. sosok lelaki tampan ini langsung menarik dagu shilla menuju wajahnya. Ya bisa dibilang tinggal beberapa centi lagi. Shilla shock melihat respon cowok ini padanya. apa iya, cowok ini mengijinkannya menyiumnya? lagipun kalau dia ngijinin, shilla bakal tetap tidak mau.
"sini. . . ." ucap cowo itu yang lalu menarik shilla ke dekapannya.
Segini dulu yaa(: siapa ya cowonya? justin bieber atau morgan? #eh. Dan gimana respon shilla? tunggu part berikutnya yaa:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar